PREVALENSI DAN DAMPAK KLINIS PASIEN TERINFEKSI Klebsiella pneumoniae MDR DAN NON MDR DI RSUD Dr. ADHYATMA, MPH PROVINSI JAWA TENGAH

Abstrak

Klebsiella pneumoniae merupakan salah satu patogen utama penyebab infeksi nosokomial dengan angka resistensi antibiotik yang terus meningkat, khususnya Multidrug-Resistant (MDR). Infeksi ini menimbulkan tantangan besar dalam tata laksana klinis karena berhubungan dengan morbiditas, mortalitas, serta lama rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi K. pneumoniae MDR dan non-MDR serta menganalisis dampak klinisnya pada pasien di RSUD Dr. Adhyatma, MPH Provinsi Jawa Tengah. Penelitian menggunakan desain studi retrospektif dari data rekam medis pasien dan data laboratorium Mikrobiologi pada Januari-Desember 2024 dan total 135 isolat terkonfirmasi. Hasil menunjukkan infeksi MDR tercatat sebanyak 70 kasus (51,9%), sedangkan non-MDR sebanyak 65 kasus (48.1%). Distribusi kasus lebih dominan pada pasien laki-laki dengan total 84 kasus (62.2%). dibanding perempuan 51 kasus (37,8%). Berdasarkan usia, kasus paling banyak ditemukan pada kelompok lansia dengan 67 kasus (49,6%) serta dewasa dengan 55 kasus (40,7%). Berdasarkan spesimen, isolat paling banyak dari sputum yaitu 119 kasus (88,2%). Dampak klinis yang ditimbulkan meliputi variasi diagnosis infeksi, dengan pneumonia, bronkopneumonia, dan gagal napas sebagai manifestasi utama. Meski tidak ada perbedaan signifikan secara statistik, kelompok MDR cenderung memiliki lama rawat inap lebih Panjang, mortalitas lebih tinggi, serta komplikasi risiko berat lebih dominan dibanding kelompok non-MDR

Jenis Skripsi
Subjek MDR dan Non MDR, Prevalensi, Dampak Klinis, Klebsiella pneumoniae, Pneumonia
Klasifikasi 614.57
Penerbit Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang
Penulis SALSABILA MARFYANDA
Tanggal Terbit  10 September 2025