PREVALENSI DAN DAMPAK KLINIS PASIEN TERINFEKSI Pseudomonas aeruginosa MDR DAN NON MDR DI RSUD Dr. ADHYATMA, MPH PROVINSI JAWA TENGAH

Abstrak

Pseudomonas aeruginosa yang resisten terhadap berbagai jenis obat (Multidrug-Resistant atau MDR) telah menjadi ancaman kesehatan global, namun data spesifik mengenai prevalensi dan dampaknya di RSUD Dr. Adhyatma, MPH Provinsi Jawa Tengah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi dan dampak klinis infeksi P. aeruginosa MDR dan non-MDR di rumah sakit tersebut. Menggunakan metode studi kasus retrospektif, data rekam medis pasien yang terinfeksi P. aeruginosa selama periode Januari hingga Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 56 pasien, prevalensi infeksi non-MDR jauh lebih tinggi (96,4%) dibandingkan dengan MDR (3,6%). Analisis dampak klinis tidak menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara status MDR dengan lama rawat inap (p = 0,429) maupun dengan tingkat risiko komplikasi (p = 0,883). Meskipun demikian, terdapat perbedaan signifikan pada pola kepekaan antibiotik (p < 0,05), di mana isolat MDR menunjukkan resistensi yang lebih luas terhadap berbagai golongan antibiotik dibandingkan non-MDR. Disimpulkan bahwa status MDR berpengaruh signifikan terhadap pola resistensi antibiotik, namun tidak berhubungan dengan dampak klinis seperti durasi rawat inap dan komplikasi pada pasien dalam penelitian ini. Kata Kunci; Pseudomonas, MDR dan Non MDR, prevalensi, Dampak Klinis, pola kepekaan antibiotik 

Jenis Skripsi
Subjek Pseudomonas, MDR dan Non MDR, Prevalensi, Dampak Klinis, Kepekaan Antibiotik
Klasifikasi 614.57
Penerbit Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang
Penulis RINA M. YUSUF
Tanggal Terbit  10 September 2025