Nefropati diabetik merupakan suatu kondisi kronis yang berkembang dari penyakit diabetes, ditandai dengan peningkatan ekskresi albumin urin dan penurunan laju filtrasi glomerulus. Selfcare merupakan salah salah satu teori keperawatan yang diperlukan oleh pasien yang menderita penyakit kronis untuk menjalani kehidupan dengan optimal. Kualitas hidup terkait kesehatan pasien juga dapat digunakan untuk menilai perkembangan penyakit diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan kemampuan perawatan diri dengan kualitas hidup dan parameter klinis pasien nefropati diabetik. Metode dalam penelitian ini adalah multicenter cross-sectional yang dilakukan di tiga rumah sakit pemerintah di wilayah Semarang. Sampel penelitian sebanyak 120 responden yang mementihi kriteria inklusi dan ekslusi yang ditentukan. Hasil penelitian sebagian besar responden usia dewasa (53,3%), berjenis kelamin perempuan (62,5%), berlatar pendidikan dasar (82,5%), tidak merokok (76,7%), menderita DM >= 5 tahun (76,7%), menggunakan obat oral (45%), memiliki jumlah komorbid 1- 2 (50%) dengan nilai rerata IMT 24,92 (SD=4,42), Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara diabetes self-care abilities dengan kualitas hidup dan diabetes clinical outcome. Namun, terdapat dua variabel confounding yang memiliki hubungan signifikan dengan diabetes clinical outcome, yaitu lama menderita DM (p = 0,025) dan jumlah komorbid (p = 0,01). Penelitian ini merupakan riset pertama yang mengambil topik self-care pada nefropati diabetik. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih handal dan sampel yang lebih besar agar dapat hasil penelitian dapat digeneralisasi untuk pasien nefropati diabetik.
| Jenis | :  | Tesis |
| Subjek | :  | Nefropati Diabetik, Selfcare, Kualitas Hidup |
| Klasifikasi | :  | 616.462 |
| Penerbit | :  | Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia |
| Penulis | :  | Nurul Azizatunnisa |
| Tanggal Terbit  | :  | 03 Juli 2025 |